Minggu, 21 Maret 2010

SEJARAH PERSIB

Sejarah

Sebelum bernama Persib, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetball Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.

Atot ini pulalah yang tercatat sebagai Komisaris daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega didepan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan diluar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.

Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (Persebaya), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.

BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub- klub yang bergabung kedalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.

Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.

Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang- orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken ( VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah- olah Persib merupakan perkumpulan “ kelas dua “. VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan- pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib dilakukan di pinggiran Bandung—ketika itu—seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang didalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan dipusat kota, UNI dan SIDOLIG.

Persib memenangkan “ perang dingin “ dan menjadi perkumpulan sepakbola satu- satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNU dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG ( kini Stadion Persib ), dan Lapangan SPARTA ( kini Stadion Siliwangi ). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.

Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang. Kegiatan persepakbolaan yang dinaungi organisasi lam dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga diseluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.

Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.

Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar diberbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit- prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.

Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda ( NICA ) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.

Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, decade 1950- an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah- pindah sekretariat. Walikota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R.Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.

Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.

Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76.

Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.

Sebagai tim yang dikenal tangguh, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Adjat Sudradjat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nuralim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.

sumber http://simamaung.com/sejarah-persib-bandung/

Sabtu, 14 Maret 2009

AGAMA UNDERGROUND: WHO HAS KILLED MY HARDCORE?

Photobucket

oleh : Indra hikmawan a.k.a papski






Krisis Identitas dan Pertanyaan DIY untuk Kita Semua


“Bad Gogon” (Bad Gosip Underground)

Ada sebuah gosip buruk yang pernah dialamatkan kepada kawan saya yang bernama Yas. Konon katanya Yas pernah menjelek-jelekkan genre Hardcore di depan ratusan para penontonnya. Entah apakah Yas memang saat itu memang benar berkata seperti itu atau memang ada penonton yang salah menangkap konteks pembicaraannya, yang pasti gosip ini sempat menyebar ke banyak kalangan musisi underground Bandung. Sempat ada sedikit ketegangan diantara mereka berkenaan dengan gosip ini.



Ketegangan ini terjadi antara sebagian kecil barudak yang mengaku dirinya penganut Hardcore dengan barudak yang mengaku dirinya penganut Emo. Yas pun yang dicap sebagai biang masalah sering mendapat teguran bahkan cacian dari banyak orang. Bukan hanya Yas, sebagian besar personil dan kru Alone at Last juga tidak luput dari serangan pertanyaan dari banyak orang mengenai masalah yang sama. Mendengar ini saya dan kawan-kawan lain hanya kaget dan kebingungan. Setelah ditelaah-telaah ternyata ditemukan bahwa gosip itu sama sekali tidak benar. Yas sama sekali tidak menjelek-jelekkan Hardcore di depan para penonton. Ternyata setelah diteliti, gosip buruk itu datang dari salah seorang anak muda yang masih duduk di bangku SMA yang salah menangkap konteks pembicaraan Yas – Pendengaran dan pikirannya yang kasar menyimpulkan bahwa Yas dan Alone at Last adalah orang-orang yang anti-Hardcore. This is so funny... bagaimana mungkin kita membenci Hardcore sedangkan sebagian influence musik kita berasal dari Hardcore juga?



Tapi syukurnya masalah ini segera berakhir. Toh semua orang tahu bahwa pada akhirnya berita miring akan selalu berakhir miring. Mungkin bagi orang tersebut gosip seperti ini sangat menjual nilai konflik yang bisa menjatuhkan nama Yas dan Alone at Last. Bukan hanya itu saja, jika ditanggapi secara SERIUS oleh banyak orang, akan memperburuk nama underground keseluruhan karena melibatkan banyak pihak dari komunitas sosial di bandung yang berbeda-beda.



Terlepas dari itu semua, ada hal yang menarik yang ingin saya bahas dari masalah ini. Terutama yang berkaitan dengan bagaimana orang-orang sekarang sudah mulai banyak yang menyalah-artikan lagi ideologi musik underground seperti yang pernah terjadi pada tahun 1990-an di Bandung dan beberapa daerah di Jawa Barat. Pertama sub-kultur underground/punk kini sudah beralih menjadi sesuatu yang dilawan sebelumnya,yaitu menjadi sangat komersil, kapitalistik, dan pada sebagian komunitasnya, cenderung fasis. Poin terakhir ini berkaitan dengan apa yang ingin saya bahas selanjutnya pada bahasan kedua, yakni bagaimana musik underground sudah dipandang seperti sebuah ‘agama’ dibandingkan sebagai sebuah jalur musik non-mainstream dan sebuah social movement (pergerakan sosial).



Underground dan DIY

Orang-orang yang ‘baru’ hidup dan mengenal dunia underground, yang masih hijau dan meraba-raba, yang masih lugu dan sok tahu, cenderung membanggakan secara berlebihan jenis musik dan lifestyle yang dia hidup di dalamnya. Mereka yang mengaku dirinya punkers, berpakaian layaknya ‘anak punk’; Rambut mohawk, tindik telinga, hidung, tatoo, sepatu boot Dr.Martin, jaket dan celana jeans. Mereka yang mengaku dirinya hardcore berpakaian lebih sporty, celana army selutut, syal di kepala menutupi alis mata, dan asesoris lainnya. Begitupun mereka yang mengaku dirinya budak Skinhead, Metal, Grindcore, Hip-Hop, dan Ska. Banyak diantara mereka yang terlalu mengutamakan penampilan fisik dibandingkan mengedepankan attitude D.I.Y sesungguhnya.



“D.I.Y” yang merupakan singkatan dari “Do-It-Yourself” merupakan ‘etos-punk’ (punk ethic) yang mengedepankan ‘kemandirian’ dan ‘ketidak-ketergantungan’ pada sesuatu yang di luar dirinya. Etos punk DIY ini merupakan ideologi underground yang seharusnya melawan nilai dan budaya konsumerisme. Melawan kebiasaan belanja dan meminta uang pada orang lain, baik pada teman, pacar, orang tua, kakak-adik demi untuk kepentingan dirinya sendiri.



DIY-ers cenderung melakukan segala sesuatu oleh dirinya sendiri (mandiri/independent). Dia tidak tergantung pada orang lain dan cenderung mengesampingkan kebiasaan ‘membeli’ dan mengutamakan ‘memperbaiki’ apa yang dia sudah punya sebelumnya Jika sepatunya rusak, dia tidak membelinya langsung, tapi berusaha untuk memperbaikinya oleh tangannya sendiri. Begitupun ketika sepedanya rusak, dia tidak membawanya langsung ke bengkel, tapi berusaha untuk belajar memperbaikinya sendiri. Attitude seperti ini pada akhirnya memaksimalkan potensi diri sendiri dan meminimalisir ketergantungan pada dan kebiasaan merepotkan orang lain. In a way, menjadi MANDIRI, PRODUKTIF dan PROGRESIF!



Walaupun sebenarnya tidak mungkin kita sebagai makhluk sosial bisa mandiri secara penuh - Manusia selalu ‘membutuhkan’ dan ‘dibutuhkan’. Kita selalu membutuhkan sesuatu, tapi kita terkadang ingin ‘dibutuhkan’ juga oleh orang lain. Bayangkan jika kita semua berjalan sendiri-sendiri dan tidak membutuhkan satu sama lain. Bukankah kita akan menjadi orang yang individualis dan ‘AUTIS’?



Sekarang sangat sedikit komunitas underground di Bandung yang memegang prinsip DIY. Lifestyle underground kini berubah menjadi komoditas yang mudah diperjual belikan. Tren style fashion punk, emo, metal, hardcore menjadi jalur pintas penjualan produk yang berasal dari industri besi, metal, fyber, kain, wax, dsb. Tren ini juga memperkaya perusahaan multinasional Amerika dan Eropa yang bergerak di bidang akses pembayaran, seperti Visa, Cirrus, dan American-Express. Banyak anak muda yang mulai meminati musik underground beramai-ramai dan berbondong-bondong membeli sepatu vans, macbeth, dan clothing yang bergengsi – yang mirip dengan yang pernah dipakai pemain band favorit mereka.



Semangat kemandirian DIY kini berubah menjadi semangat ‘ingin membeli dan menikmati dengan cepat’ – konsumeristik. Semangat ini yang kemudian merubah jati diri masyarakat menjadi lebih destruktif, eksploitatif, dan manipulatif.



Tidak sedikit teman-teman di sekitar pergaulan kita yang berani tanpa beban dan malu meminta uang pada orang tuanya yang kurang mampu untuk membeli sepatu Vans dan Macbeth yang dia inginkan. Ada juga diantara mereka yang meminjam uang pada temannya tapi selalu lupa untuk membayar utangnya kembali demi membeli t-shirt dan sweater idamannya. Lebih parahnya lagi, ia mencuri uang kas band atau organisasinya demi ongkos pacaran dan belanja dia pribadi. This is the the real fact that exist amongst us!!



AGAMA UNDERGROUND?

Kemudian kita memasuki penyimpangan Underground kedua. Yaitu bagaimana sebagian dari kita menganggap aliran musik yang kita bawakan seolah-olah seperti agama. Sehingga ketika ada yang mengkritik atau mencaci musik yang kita bawakan, kita cenderung marah dan mempersoalkannya menjadi lebih dramatis dan rararungsing. Dia langsung bertindak seolah-olah seperti ‘polisi Underground’ yang harus merepresi suara-suara kritis para musisi. Sejak kapan Underground punya polisi atau aparat? Ada gituh polisi punk atau hardcore? Kamra Metal? Brimob Hardcore? Dan jika kita tidak merasa sebagai aparat underground lantas kenapa kita bertingkah seperti seorang aparat?



Barangkali semua berawal dari kebanggaan terhadap apa yang kita temukan dan ciptakan dari karya musik yang kita buat. Kebanggaan yang berlebihan dengan apa yang kita punya akan membutakan kita dari kenyataan bahwa kita juga masih harus banyak belajar dari yang lain. Pengetahuan dan pengalaman kita tidak pernah cukup untuk membangun komunitas Underground yang lebih maju. Untuk itu kita mesti banyak berbicara, bergaul, dan mendengarkan mereka yang lebih berpengalaman. Banyak atau sedikitnya pengalaman seseorang tidak dilihat dari jumlah umur, tapi sejauh mana dia berkecimpung di lingkungan pergerakannya.



Kalimat-kalimat “Aing Hardcore!”, “Aing Emo!”, “Aing Skinhead!”, Aing “Straight Edge !” bisa diartikan dua makna oleh kita. Yang pertama ia bisa dijadikan sebuah komedi atau candaan yang tidak perlu dibawa serius (yang selalu dibercandakan oleh teman-teman saya di komunitas underground Bandung). Dan yang kedua, ia bisa dilihat sebagai proses pembelajaran diri. Dimana orang yang mengatakan itu sedang belajar bagaimana mencintai identitas baru yang menurutnya “cool” atau “keren” untuk diadopsi. Meskipun orang itu belum mengerti sejarah dan roots underground, setidaknya dia sedang belajar untuk mencintai sesuatu yang berbeda dari mainstream budaya yang umumnya dianut oleh masyarakat Indonesia yang cinta POP! Selanjutnya setelah melalu beberapa fase kehidupan, dia akan menyadari bahwa ide radikal dia yang dulu itu hanya merupakan trigger untuk menjadi siapa dirinya sekarang.



Dalam proses pembelajaran ini, orang melalui jalur pembelajaran yang berbeda-beda. Semua tergantung dari latar belakang pendidikan dan karakter pribadinya sendiri. Ada yang jatuh pada identitas POSER, dimana ia hanya berpakaian seperti anak punk/hardcore tapi tidak mengetahui punk ethicnya, ada yang jatuh pada identitas SOSIAL, dimana ia demen bergaul dengan orang yang baru dan berbeda-beda, ada yang jatuh pada identitas PENGUSAHA, dimana ia senang menyediakan produk-produk yang bisa dijual untuk mendukung lifestyle undergroundnya, dan ada juga yang jatuh pada identitas KEAGAMAANNYA, dimana ia menggunakan musik seperti agama; yang ia gunakan sebagai kambing hitam daripada sebagai semangat jiwa pembebas jiwanya.



Nah, di poin terakhir inilah yang sering saya khawatirkan. Musik Underground yang setelah puluhan tahun sejarahnya berfungsi sebagai penghapus kelas dan pemersatu kelas –kelas sosial dijadikan alat oleh masing-masing penggemar demi mengejar kepentingannya identitasnya sendiri.



Mereka yang bertingkah seperti ‘Polisi Hardcore’ terdapat banyak di sekitar kita. Peran yang mereka dapatkan sebetulnya bersifat granted oleh kawan-kawan sosialnya yang mengenalnya sudah lama. Ditambah dengan karakter pribadi yang ‘sangar’ dan ‘dingin’ kadang-kadang memberikan efek dramatis agar orang-orang di sekitar dia mau tunduk dan menerima semua yang dia bicarakan atau dia inginkan. Ya, seperti preman memang – Tapi Punker/DIY-ers tidak sama dengan Preman. Punker/DIY-ers adalah orang-orang mandiri yang mencintai kebebasan, perdamaian, anti kelas dan anti-otoritas. Punker/DIY-ers adalah orang-orang yang setara meskipun tidak sama satu sama lain. Tidak ada yang lebih tinggi status sosialnya dengan yang lain. Di sini, kualitas orang hanya dilihat dari apa yang dia mampu berikan untuk dirinya sendiri, keluarganya, dan untuk teman-temannya.



Selain mirip dengan preman, ‘Polisi Hardcore’ juga bertingkah seperti ‘Polisi Agama’ di Arab Saudi. Dimana mereka diberi jabatan khusus untuk menjaga moral dan keyakinan yang sesuai dengan kitab Suci yang dianut. Dalam Underground, tidak ada paksaaan keyakinan. Masing-masing pribadi berhak untuk meyakini apa yang dia ingin yakini. Bahkan untuk menafsirkan etos-punk, semua punya hak yang sama. Yang menjadi masalah ialah, jika ia mengatasnamakan dirinya Punk, Hardcore, Metal, atau Underground secara keseluruhan, dengan penafsiran etos-punk yang tidak akurat ‘menyalah-nyalahkan’ keyakinan orang lain dan menganggap dirinya lah yang paling benar. Orang seperti ini disebut sebagai FASIS. Serupa dengan keyakinan ortodoks Neo-Nazi pengagum Adolf Hitler dan Mussolini yang membenci orang-orang kulit hitam, Yahudi, dan non-kulit putih secara keseluruhan.



Tapi Underground di Bandung tidak mengenal hierarki di atas pribadi seseorang. Tidak ada yang namanya ‘Polisi Hardcore’ atau ‘Polisi Underground’. Jika kita membenci para aparat yang ‘memakruhkan’ bahkan ‘mengharamkan’ musik underground, lantas kenapa kita harus berlaku seperti mereka? (Paps)

Jumat, 13 Maret 2009

PENEMUAN TERBARU MENGENAI KANKER HATI

Jangan Tidur Terlalu Malam !


Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (SGOT, SGPT), tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm!!.

Selama ini hampir semua orang sangat tergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati ( Liver Function Index ). Mereka menganggap bila pemeriksaan hasil index yang normal berarti semua OK.

Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter specialis, benar benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar.

Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan.

Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bias memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.

Saat ini ada pasien dokter Hsu yang mengeluh bahwa selama satu bulan terakhir sering mengalami sakit perut dan berat badannya turun sangat banyak. Setelah dilakukan pemeriksaan supersound baru diketemukan adanya kanker hati yang sangat besar, hamper 80% dari livernya(hati) sudah termakan habis.

Pasien sangat terperanjat, “ Bagaimana mungkin ? Tahun lalu baru melakukan medical check-up dan hasilnya semua normal. Bagaimana mungkin hanya dalam waktu 1 tahun yang relative singkat dapat tumbuh kanker hati yang demikian besar?”

Ternyata check-up yang dilakukan hanya memeriksa fungsi hati. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan “ normal “. Pemeriksaan fungsi hati adalah salah satu item pemeriksaan hati yang paling dikenal oleh masyarakat. Tetapi item ini pula yang paling banyak disalahpahami oleh masyarakat kita ( Taiwan ).

Pada umumnya orang beranggapan bahwa bila hasil index pemeriksaan fungsi hati menunjukkan angka normal berarti tidak ada masalah dengan hati.

Tetapi pandangan ini mengakibatkan munculnya kisah-kisah sedih karena hilangnya kesempatan mendeteksi kanker sejak stadium awal. Dokter Hsu mengatakan, SGOT dan SGPT adalah enzim yang paling banyak ditemui didalam sel-sel hati. Bila terjadi radang hati atau karena satu atau sebab lain sehingga sel-sel hati mati, maka SGOT dan SGPT akan lari ke luar. Hal ini menyebabkan kandungan SGOT dan SGPT didalam darah meningkat.

Tetapi tidak adanya peningkatan angka SGOT dan SGPT bukan berarti tidak terjadi pengerasan hati atau tidak adanya kanker hati. Bagi banyak para penderita radang hati , meski kondisi radang hati mereka telah berhenti, tetapi didalam hati(liver) mereka telah terbentuk serat-serat dan pengerasan hati. Dengan terbentuknya pengerasan hati, maka akan mudah sekali untuk timbul kanker hati.

Selain itu, pada stadium awal kanker hati, index hati juga tidak akan mengalami kenaikan. Karena pada masa-masa pertumbuhan kanker, hanya sel-sel di sekitarnya yang diserang sehingga rusak dan mati.
Karena kerusakan ini hanya secara skala kecil maka angka SGOT dan SGPT mungkin masih dalam batas normal, katakanlah naik pun tidak akan terjadi kenaikan tinggi. Tetapi oleh karena banyak orang yang tidak mengerti akan hal ini sehingga berakibat terjadilah banyak kisah sedih.

Penyebab utama kerusakan hati adalah :

• Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama.
• Tidak buang air pada pagi hari.
• Pola makan yang terlalu berlebihan
• Tidak makan pagi.
• Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
• Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet,zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.
• Minyak goreng yang tidak sehat. Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goring saat menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil.
• Mengkonsumsi masakan mentah atau dimasak matang 3-5 bagian. Masakan yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.

Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makan sehari – hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan “jadwalnya“.

Sebab :

• Malam hari pk 21.00 – 23.00 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun( de-toxin) dibagian system antibody (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negative untuk kesehatan.

• Malam hari pk 23.00 – dini hari 01.00 : saat proses de-toxin dibagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

• Dini hari 01.00 - 03.00 : proses de-toxin dibagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

• Dini hari 03.00 – 05.00 : de-toxin dibagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selam durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernapasan, maka tidak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.

• Pagi pk 05.00 – 07.00 : de-toxin di bagian usus besar, harus buang air besar.

• Pagi pk 07.00 – 09.00 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 06.30. Makan pagi sebelum pk 07.30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap mengubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, Tidurlah Nyenyak dan Jangan Begadang.


masih bisa melawan malam ? apa yang akan terjadi di hari mendatang ?

Rabu, 11 Februari 2009

SAAT ANAK BERHENTI TERSENYUM [Anak part 3]

ARYANSYAH.K a.k.a KANKDAPUNK268


BELAKANGAN ini, pelecehan dan kekerasan seakan menjadi bahasa sehari-hari yang sering kita dengar di media massa. Bagi Anda yang menyayangi anak-anak, ketika mendengar kata pelecehan dan kekerasan pada anak-anak, mungkin Anda langsung membayangkan tentang caci maki, pelecehan seksual, dan kekerasan fisik pada anak.

Pada kenyataannya, pelecehan pada anak-anak tidak hanya sebatas itu, pelecehan tanpa disadari banyak dilakukan oleh para orang tua. Dengan melarang seorang anak melakukan hal-hal yang disukainya saja sebenarnya kita sudah melakukan pelecehan secara psikologis terhadap anak-anak.

Anda mungkin berpikir pelarangan tersebut (misalnya melarang anak bermain pasir) Anda tujukan untuk kebaikan sang anak juga. Namun Anda tidak menyadari bahwa pelarangan tersebut tidak hanya membatasi kebebasan sang anak, tetapi juga berdampak pada psikologisnya. Sang anak menjadi takut untuk melakukan sesuatu, inisiatif dan daya kreasinya menjadi tumpul karena anak harus menunggu persetujuan Anda sebagai orang tua agar mereka diizinkan melakukan sesuatu yang mereka inginkan.

Ketika Anda membaca buku-buku yang menceritakan tentang kekerasan pada anak-anak, Anda akan menemukan bahwa tidak semua anak diperlakukan dengan penuh kasih sayang. Ada sebagian anak yang mendapatkan kekerasan fisik akibat perbuatan yang tidak sengaja mereka lakukan, misalnya mengompol. Kekerasan secara fisik tidak hanya akan melukai fisik anak, tetapi juga akan mengganggu perkembangan mental sang anak, terutama karena mereka belum memahami sepenuhnya mengapa mereka diperlakukan semena-mena.

Di Indonesia hampir di setiap sudut jalan dapat kita temukan anak-anak jalanan. Dalam hati kecil kita pasti heran, kenapa anak-anak tersebut dibiarkan berkeliaran begitu saja di pinggir jalan dalam keadaan tak terurus. Jangankan mendapat kasih sayang, uang saja mereka harus mencari sendiri.

Sebenarnya kalau membicarakan tentang undang-undang, di Indonesia sudah ada pasal yang mengatur tentang anak-anak yang telantar seperti itu, yaitu Pasal 34 UUD 1945, tetapi sampai sekarang pelaksanaannya masih patut dipertanyakan. Sudah menjadi rahasia umum kalau pelaksanaan undang-undang di Indonesia tidak tegas, hanya sebatas teori belaka.

Belakangan sering terdengar tentang kekerasan pada anak tidak hanya sebatas pukulan dan tamparan, tetapi berkembang pada pelecehan seksual dan pemerkosaan. Pandangan kuno masyarakat Indonesia masih beranggapan bahwa hanya wanita berpenampilan seksi atau berpakaian terbuka saja yang bisa menjadi korban perkosaan. Pandangan tersebut tentu saja salah dan tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman saat ini.

Tidak hanya wanita yang berpakaian terbuka yang bisa menjadi korban perkosaan, anak-anak pun tak luput dari kejahatan semacam itu. Kalau dulu kita masih akan terheran-heran mendengar tentang perkosaan ayah terhadap anak kandungnya. Sekarang berita semacam itu sudah menjadi makanan sehari-hari. Di televisi dan surat kabar berita semacam itu sudah tidak ditutup-tutupi lagi.

Sayang sekali tidak banyak orang tua yang mempersiapkan anak-anaknya menghadapi pelecehan seksual semacam itu. Seks masih dianggap tabu untuk dibicarakan dengan anak-anak. Padahal seharusnya anak-anak diberikan pengetahuan tentang seks yang sesuai dengan usianya agar apabila suatu saat sang anak mendapat "perlakuan yang tidak seharusnya" dapat segera melapor kepada orang tuanya. Kebanyakan anak yang mendapat pelecehan seksual memilih untuk bungkam. Alasan eksternal dari kebungkaman itu tentu saja karena sang anak mendapat ancaman dari sang pelaku. Namun di balik itu terdapat alasan dari diri sang anak juga. Sang anak takut kalau ia tidak disayang lagi setelah orang-orang tahu ia mendapat pelecehan seksual.

Mungkin alasan tersebut terdengar lucu di telinga kita. Tetapi rupanya pikiran seorang anak jauh berbeda dengan pikiran orang dewasa. Walaupun belum memahami sepenuhnya tentang "sesuatu" yang telah terjadi pada dirinya, sebagai manusia seorang anak mempunyai naluri dan mencium ketidakberesan yang telah diperbuat orang terhadap dirinya. Setelah mendapat perlakuan yang tidak senonoh (misalnya perkosaan), seorang anak merasa ada yang hilang dari dirinya atau ada sesuatu yang salah telah menimpanya.

Beban yang diderita seorang anak perempuan yang baru saja diperkosa bukan sebatas rasa sakit pada alat kelaminnya, tetapi juga rasa malu dan sakit hati yang harus dideritanya seumur hidup, terutama setelah dewasa, ketika ia kemudian mengetahui apa yang telah menimpa dirinya secara jelas. Ironisnya, sebagian besar pelaku pemerkosaan pada anak adalah kerabat dekat atau orang yang sudah dikenal baik oleh sang anak. Orang yang selama ini disayangi oleh mereka (anak-anak tersebut) tiba-tiba berubah menjadi "monster" yang telah mengambil harga diri anak-anak tersebut.

Kejahatan terhadap anak-anak dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Asalkan ada kesempatan sang pelaku tidak segan-segan memuaskan nafsu berahinya terhadap anak-anak. Yang mengherankan, tidak hanya anak perempuan yang bisa menjadi korban pelecehan seksual. Survei yang dilakukan Pusat Krisis Terpadu untuk Perempuan dan Anak RSUPN Cipto Mangunkusumo (PKT RSCM), dari seluruh kasus pelecehan (kekerasan) seksual pada anak, terdapat sekian persen anak laki-laki yang menjadi korban kasus pencabulan atau sodomi.

Di Indonesia sebenarnya telah dibuat undang-undang tentang kekerasan pada anak, misalnya Pasal 287 KUHP, yakni tentang persetubuhan anak di bawah umur dan Pasal 290 KUHP tentang perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur. Namun patut disayangkan, kejahatan seksual pada anak seperti ini seperti dianggap angin lalu saja karena hukuman yang diberikan terhadap pelakunya sama sekali tidak sebanding dengan rasa sakit dan malu yang harus ditanggung sang anak seumur hidupnya. Pasal 287 KUHP saja mematok hukuman maksimal 9 tahun atas kejahatan seksual pada anak tersebut.

Kekerasan pada anak memang topik yang tidak ada habis-habisnya untuk dibicarakan, karena orang tua yang "normal" atau menganggap anak sebagai harta tak ternilai tidak akan sampai kepada pikiran mengapa kejahatan seksual dilakukan pada anak-anak, masa di mana seorang manusia sedang tumbuh dengan lucu-lucunya. Dalam hal ini mencari tahu sebab-sebab pelaku melakukan kejahatan seksual bukanlah hal yang penting. Yang lebih penting adalah menghindarkan anak dari pengetahuan seks yang tidak sehat.

Seperti yang diungkapkan oleh Gede Prana, anak-anak adalah gerbong kehidupan yang membawa cinta kasih. Apa yang Anda lakukan bersama anak-anak akan dikenang terus oleh mereka di kemudian hari


-kankdapunk©

Sabtu, 07 Februari 2009

NASIB ANAK ANAK JALANAN DI PINGGIRAN KOTA BANDUNG (Anak part 2)



Ini mungkin yang sebenarnya terjadi . dari jaman dulu sampai sekarang . entah berapa jumlah mereka . ini kah bandung kita ? kota kembang ? beberapa kali mungkin kita kerap melihat beberapa dari mereka bagaikan manusia-manusia yang bernasib buruk . berperasaan keluh kesah . apa kah kita pernah sedikit mau merasakan penderitaan mereka ? selalu contras saat kita coba memandang antara si kaya dan si miskin . kota ini bagaikan menjadi ajang adu gengsi , di jalan jalan kota bandung , yang lemah berharap mendapatkan belas kasihan , dan si kaya memberi hinaan dengan membuang muka seakan akan tidak tampak di sekitar mereka manusia yang sama sama hidup dengan cara yang sama . terlahir dengan cara yang sama . dan ingin merasakan cinta pula dengan rasa yang sama .
Sedetik kita tertawa apakah mereka dapat merasakan tawa yang sama ? atau saat kita tertawa mereka sedang merasakan dan menikmati pedih hidup yang mereka jalani dan bermimpi mendapatkan hari yang lebih indah di hari esok .
Well ini lah ironisnya kehidupan di kota yang terkenal baik dan ramah tamah . tak ada satupun yang terbukti . Hanya karena uang mereka sesak tuk bernafas , sempit tuk bergerak dan gelap tuk memberi .
akan kah semua ini terus berlangsung seperti ini ? di kota bandung ini ? haruskah kita terus menerus melihat tangisan dari bayi sewaan dari anak yang di perjual belikan . buka lah mata dan tangan . Dan sadar lah bahwa harta yang tuhan karuniakan pada kita adalah hanya barang titipan sementara dan akan kita tinggal saat kita kembali kedasar tanah .

*Dedicate never end for all child and young boy and girls . hope they can feel what the must child feel . please open your eye's and hand . and try to give them a hope .
thx .

*fall in summer [kankdapunk268]

-kankdapunk©

Jumat, 06 Februari 2009

Anak part 1

Bandung
By. Aryansyah .k [ikank_dapunk268]

Suatu hari ada seorang anak berjalan jalan keliling kota bandung bersama ibunya , di sepanjang jalan banyak sekali hal yang di tanyakan oleh si anak kepada ibunya, semua hal yang dianggapnya menarik atau aneh dan tak di kenal pasti dia akan cari tau lewat sang ibu. Ketika sampai di suatu tempat, ia melihat ada beberapa anak sebayanya yang berbaju lusuh kucel dan bau, mereka bernyanyi di perempatan dan di pinggiran jalan, si anak itu bertanya kepada ibunya " mah .... kenapa mereka bajunya kotor terus nyanyi nyanyi lagi ? kenapa minta uangnya ke kita ?, emang nya mamah mereka kemana ? " si anak bertanya sambil mengkerungkan keningnya dan heran sekali . "Itu anak anak nakal, ga sekolah, kerjanya cuman maen aja di jalan , nah kamu ga boleh kayak mereka yah, dan ga boleh maen dan kenal sama mereka, nanti kamu kebawa bawa nakal" ibunya menjawab sambil menatap mata anaknya yang polos itu dan memasukan doktrin untuk dia. Lalu anaknya bertanya lagi " kenapa mah ? kenapa g boleh ? emangnya mereka kenapa mah , bukannya sama kayak aku kan mereka mah ", si anak masih heran dengan jawaban yang di beri oleh ibunya , " ga boleh sayang .... mereka itu engga sekolah, maen nya di jalan , kan bahaya nanti kalo ketabrak mobil gimana .... bajunya aja kotor , bau lagi , emang kakak mau baju nya bau kayak mereka ??" si ibunya mencoba menambahkan dosis doktrinnya kepada anaknya itu, lalu si anaknya pun menjawab " g mau .... baju kakak mah kan spongebob bagus, halum lagi .... gamau ah pake baju kotor sama bau mah !" si anak menjawab karena di beri gambaran sesuatu yang dia tidak sukai. Di situ doktrin sang ibu dapat memberikan deskripsi anak pengamen jalanan kepada anaknya, dan si anak setuju dengan jawaban ibunya. Tak lama mereka sampai di suatu tempat pusat perbelanjaan, si ibu mengajak anaknya untuk berbelanja baju, mainan, mengajaknya bermain di arena pusat perbelanjaan itu dan makan di restoran siap saji disana. Seperti sewajarnya anak anak yang lain, disana dia ingin beli itu beli ini, dan selalu di beri oleh ibunya, apapun pasti akan dikabulkan, ini sangat beralasan , karena kasih sayang ibu tiada tara . Si anak hanya tertawa dan merasakan kepuasan dari segala keinginan yang selalu di kabulkan oleh ibunya. Tak lama setelah menghabiskan waktu dan melakukan semua hal untuk ananknya itu, mereka meninggalkan pusat perbelanjaan itu , dengan hati yang senang si anak berjalan sambil melompat dan tertawa tawa bahagia.

Mereka bergegas kembali ke parkiran di bestment pusat perbelanjaan itu, saat sudah keluar mereka di melihat ada seorang ibu ibu tua yang ronta dengan baju kusut dan tanpak kucel , si anak kembali bertanya, " mah .... kenapa ibu ibu itu bajunya kotor sama kayak anak anak yang disana tadi, apa ini ibunya mah ?" si anak bertanya dengan polosnya. lalu si ibunya menjawab " mereka itu orang malas nak , makanya hidupnya susah, kalo orang rajin dan pintar nantinya banyak uang dan bisa beli ini beli itu," si ibu menjawab dengan suara pelan dan dengan doktrin yang sama , dia memberikan gambaran kepada anaknya dengan pernyataan pernyataan yang membedakan anatara kehidupan mereka dengan orang orang yang hidup di pinggir jalan .

Dan ini akan menempel selalu di benak anaknya sampai kapanpun.

Seorang anak selalu di gambarkan kertas putih dan bersih, dan sini sosok orang tua sangat berpengaruh besar dalam mengisi kertas yang putih bersih itu, di saat itu si anak masih baru dapat berinteraksi dalam ruang lingkup masyarakat sosial terkecil(keluarga). Baik benar nya suatu hal masih di dominasi oleh apa kata orang tuanya, dan ini sangat penting karena akan bersifat permanen pada pembentukan pola pikir tumbuh kembang si anak untuk itu kedepannya, dalam bagaimana memecahkan suatu masalah, mengambil keputusan dan membedakan antara mana yang baik dan mana yang benar.

Apakah selalu ucapan ucapan yang orang tua berikan kepada anaknya itu benar ?

Nasehat nasehat, jawaban, perintah , dan hukuman yang si orang tua berikan akan membentuk cara dia menghadapi suatu masalah. Kebanyakan si anak akan diam dan menuruti apa perkataan orang tuanya karena beberapa hal , 1. biasanya karena adanya iming iming hadiah(imbalan) , 2. Karena takut di marahi, dan 3. Karena memang itu adalah hal yang ingin dia lakukan. Sekarang tentang apa apa ucapan yang si orang tua itu berikan kepada anaknya, Kita sering melihat ada beberapa orangtua yang apabila memerintah anaknya untuk menuruti ucapannya adalah dengan menakutnakuti dengan hal hal yang tidak ada , hal yang saya kira memang itu tidak pentingdan tidak layak untuk di berikan kepada seorang anak kecil, atau seakan akan menutupi suatu hal yang si anak itu belum boleh untuk mengetahuinya, namun ini justru malah menjadikan pemikiran anak tersebut menjadi salah dan lebih parah lagi kalau si anak itu menjadi phobia akibat percaya kepada ucapan orangtuanya tersebut, akibatnya si anak akan tumbuh bersama perasaan takut dan disinilah inti dari hilangnya percaya diri seseorang , karena telah di beri rasa takut dari semenjak dia kecil. Kadang kita juga sering lihat dan mungkin merasakannya , ketika diperintah membeli sesuatu oleh orang tua, seperti contoh , ada seorang anak yang di minta tolong oleh orang tuanya untuk membeli sesuatu, lalu si anak di beri uang untuk membeli barang tersebut , ketika si anak dapat barang dan uang kembaliannya , si orang tua biasanya selalu berkata " ambil aja kembaliannya ", apa kah ini sesuatu yang benar ? . Kadang saya juga pernah berfikir , apakah hal itu karena rasa sayang orang tua kepada anaknya ? apa bila yah si orang tua tersebut sayang, mana mungkin tega untuk memerintah orang yang dia sayangi apalagi orangnya itu memliki umur yang jauh dengan dia, tapi saya juga pernah mendapat pendapat bahwa itu adalah acara bagaimana si orang tua memperkenalkan/ mengajarkan jual beli kepada anaknya, sungguh alasan yang sangat konyol , kenapa tak di ajarkan di rumah saja hal itu kepada anaknya, maka pernah saya buat kesimpulan tentang anak seperti itu malah akan tumbuh dan dewasa dengan ilmu korupsi, mereka akan terbiasa meraup uang lebih dan memakan hak orang lain, jadi masih herankah kenapa di negara tercinta kita ini banyak sekali koruptor?, silahkan menentukannya sendiri.

Sebetulnya masih banyak kasus kasus tersebut seperti di atas yang akhirnya menciptakan manusia manusia yang hidup dengan individualistis, munafik, licik, dan serakah(yahudi banget lah). Mereka tampak enggan untuk berbagi, malas untuk menolong sesama, menindas manusia yang lemah dan parahnya menjadi manusia yang tidak berguna bagi manusia lainya. Jadi apa yang seharus nya orang tua berikan kepada anak anaknya ? apakah dengan si anak menjadi nakal di hari kedepannya akan membuat orang tua berfikir ? atau malah orang tua itu menutup mata dan justru menyalahkan anaknya.

Saya bukan ahli dalam bidang pshycology,semua yang saya tuis di atas berdasarkan apa apa yang saya dengar dan rasakan.

yah semua kembali lagi kepada mereka sendiri sebagai orang tua, bagai mana cara mendidik anak anaknya.

-kankdapunk©

Rabu, 04 Februari 2009

MEMELAS UNTUK MENJILAT (selamat menangis indonesia ku)









BY . IKANKDAPUNK [ARYANSYAH .K]

Kemarin ketika saya pulang dari sebuah tempat di pinggiran kota , saya melihat ada seseorang kakek kakek tua , jalannya terpogoh pogoh . beliau melihat sekililingnya , tapi dengan tatapan kosong seakan akan muak akan jaman yang terus melindasnya .dan saya bergumam , dulu munkin dia bisa tertawa bersama keluarga yang di cintainya , namun kini dia hanya memeluk sebongkah kardus kusam dan bau , dia tak fikirkan hari esok akan seperti apa , akan tidur di mana , akan mati dimana , ini mungkin cerminan bangsa kita saat ini . Bangsa kita padahal masih tergolong muda , dan seharus nyah produktif , bukan justru konsumtif . Kita membeli barang barang yang sumber bahan bakunya dari tanah air kita sendiri , kenapa tidak mengolah nya sajah sendiri ? apakah itu akan lebih mengirit biayaya taraf hidup rakyat bangsa ini , dan mungkin akan memberikan masukan berarti bagi beberapa aspek di dalam pembangunan bangsa ini . Sekarang kita lihat lapangan pekerjaan saja sudah sepeti masuk sekolah negri terkemuka saja , dan sadis nya lagi UMR pun tak ada realitinya . si kaya yang punya proyek si miskin lah yang punya sakit hati , di upahinya dengan uang yang sangat tidak sepantasnya bagi taraf hidup seseorang di negara ini , yang kita tau juga , harga ” semakin tidak tertahan kan tingginya . ini akan menyesakan semua orang . Khusus nya si kakek yang tadi di pinggir jalan .

Hidup ini mungkin pertarungan antara menang dan kalah . Tapi bukan pertaruhan antara mati dan tewas , semua orang di atas bumi ini berhak atas bahagia . Bangsa ini bukan serakah semena mena tanpa alasan , kita juga harus akui , kita di jajah 3′5 abad . Bukan kah mengerikan apabila kita mengingat umur bangsa ini belum setengah setengah nyah dari umur penjajahan . Pola pikir bangsa kita masih tetap sama seperti sebelum nya . “asal bisa makan apa saja di lakukan ” .Itulah yang menjadikan kita sebagai bangsa terbodoh sepanjang masa . Bangkit ? yah kita harus bangkit dari kebodohan , bukan dari apa pun juga yang sekarang kita lihat mereka perjuangan kan , tapi cukup bangkit dari kebodohan sosial , kebodohan moral . kebodohan mental , kita sendir tau kita tak mau di jajah lagi .Tapi secara tidak sadar bangsa ini tetap pada jalur nya . Di jajah tak henti henti . dari segala bidang , dari segala aspek . Baik teknologi , budaya , dan seabgainya . Apa kita perduli ? semua hanya berfikir pada perut masing masing . mereka berdasi , bepergian dengan mobil yang mewah , hidup penuh asuransi . Namun sayang mereka di gajih oleh orang orang miskin . mereka sekolah tinggi , karena sekolah tinggi itu lah mereka jadi bisa pintar dalam menipu semua orang , menipu bangsa nya sendiri demi mengisi perut mereka sendiri , dan tanpa belas kasihan mengoyak melindas bangsa sendiri . Mereka bukan pahlawan , mereka tak pantas kita hormati , bukan mereka calon yang pantas jadi peminmpin , mereka harus pulang dan diam di rumah merenungi semua kesalahan kesalahan yang telah mereka perbuat . Tapi lihat . Mereka terus bergentayangan . di beberapa media , mereka menempatkan diri mereka layak nya artis , di beberapa media , TV , MAJALAH , KORAN .INTERNET ,mereka memperlihat kan , kekayaaan , kebohongan , kinerja palsu , dan bahkan mereka juga memperlihatkan semua badan mereka penuh (telanjang) . Inikah yang harus di teladani ? maka pantas saja orang orang di bangsa ini menjadi urakan tak jelas , kriminalitas bukan suatu halangan dalam mencari nafkah . Mereka yang bertahan dengan perut kosong menjerit memohon hentikan kebohongan ini . Dan mereka yang tertawa dengan perut penuh , berdoa semoga ini tak akan berakhir . Huft… ini indonesia ku :( . bangsa yang berbendera merah putih . Memalukan ….

Apa harga mati untuk semua ini ? sia sia saja dulu beberapa nyawa terbuang membela negara ini . Apa pantas kita bertahan diam melihat semua ini ? coba dengan sesuatu yang kecil . Introspeksi diri , apakah kita layak menjadi manusia ? kita tau kita bukan anak bangsa sempurna , tapi bukan sebuah alasan untuk memperburuk keadaan . Kita jaga , kita kerja jangan menyesal , jangan sampai sia sia . apa yang telah ada jangan di jadikan aset untuk memperbanyak harta . lihat di bawah kita , masih banyak tangan meminta minta , haus akan dahaga . dan hancur akan masa denpan . Indonesiaku selamat menangis bangsaku

Dan tak lama si kakek tua itu pun sampai di sebrang jalan yang temboknya penuh akan gambar gambar poto dari calon calon elite politik bangsa ini . beliau terbatuk dan tersedak . lalu di buang nya dahak tetap di antara wajah wajah tampan yang terpampang bersama janji janji kotor nya di tembok itu .

-kankdapunk©

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Photobucket

\/